Fotografer tempo, Prima Mulia, dan jurnalis Freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) mengalamin kekerasan saat meliput peringatan hari buruh internasional di gedung sate, Bandung rabu, (1/15/2019).
Sekitar pukul 11.30 Reza dan Prima berkeliling sekitar Gedung sate untuk mmemntu kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di gedung sate.
Saat tiba di jalan Singaperbangsa, sekitar dipatikur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dan massa yang pakaiannya di dominasi hitam-hitam.
Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukulin oleh polisi. Melihat kejadian tersebut keduanya langsung mengabadikan kamera ke arah kejadian tersebut.
Setelah pindah lokasih untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba di piting oleh seorang petugas polisi. Menurut Rezza, Polisi tersebut dari kesatuan Tim Prabu Polrestabes Bandung.
Reza menambahkn , anggota Tim Prabu itu menggunakan Sepeda Motor KLX bernomer polisi D 5001 TBS.
Saat dipiting Reza di bentak dengan Pertanyaan :dari mana kau ?
Reza langsung menjawab Wartawan. Lalu menunjukan kartu tanda pengelan pers nya lalu polisi yersebut malah mengambil kamerah yang di pegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kananya berkali kali.
"Sebelum kamera di ambil juga udah di tendang tendang, saya mempertahankan kamera saya. sambil bilang saya jurnalis. Kata Reza.
Kaki kanan Reza mengalamin luka dan memar.
Jurnalis di Injak dan dirampas kameranya oleh polisi saat meliputui unjuk rasa di gedung sate.
By Koran Medan | Mei 01, 2019
Leave a Comment
0 komentar:
Posting Komentar